Batola Berpotensi Jadi Lumbung Pangan Kalsel

Banjarmasin, Kalsel – Anggota DPRD Kalimantan Selatan H Karlie Hanafi Kalianda memperkirakan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), berpotensi menjadi lumbung pangan bagi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang kini berpenduduk empat juta jiwa lebih.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan kabupaten itu, di Banjarmasin, Kalsel, Rabu, Batola yang merupakan daerah pertanian pasang surut itu bukan saja mengembangkan tanaman padi, tetapi juga subsektor lain penunjang ketahanan pangan seperti peternakan dan perikanan.

Selain itu, kata dia, masyarakat “Bumi Salidah” Batola yang majemuk dan berbatasan dengan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) juga mengembangkan tanaman holtikultura sebagai usaha mereka.

Ia menjelaskan Salidah (pengertian seia-sekata, mengutamakan musyawarah mufakat) motto daerah Batola yang membingkai persatuan dan kesatuan penduduknya yang beragam suku bangsa tersebut.

“Jadi Batola yang merupakan pemekaran Kabupaten Banjar, Kalsel dan sama-sama sebagai lumbung padi provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut sudah sejak lama,” tutur Karlie yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel itu.

“Apalagi dengan pembukaan lahan/pencetakan sawah melalui kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) bukan saja sebagai lumbung padi Kalsel, tetapi bisa menjadikan Batola lumbung pangan Kalimantan dan nasional,” lanjut wakil rakyat bergelar doktor bidang ilmu hukum tersebut.

Perkiraan atau pendapat mantan aktivis mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin tersebut cukup beralasan, karena pada lahan HPS yang mencapai ratusan hektare itu, pemerintah mengajak masyarakat mengembangkan sistem pertanian terpadu.

Dalam sistem pertanian terpadu tersebut masyarakat atau warga tani setempat bukan cuma bercocok tanam padi, tetapi juga mengusahakan peternakan ayam dan itik, serta budi daya ikan air tawar seperti nila dan patin dalam bentuk kolam/tambak.

Lahan HPS yang menjadi pusat peringatan bagi organisasi pangan dunia (FAO) pada tahun 2018 itu tepatnya Desa Jejangkit Kecamatan Mandastana, Batola (sekitar 35 kilometer barat Banjarmasin). (Ant)